Proyek Revitalisasi Pasar Bawah Lamban, Datuk Seri Rizky Bagus Oka Ingatkan Pemko Pekanbaru Jangan Korbankan Pedagang
pikiranriau.com - Lambannya progres proyek revitalisasi Pasar Bawah Pekanbaru kembali
mendapat sorotan. Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru didorong segera
mengambil langkah tegas dengan mengevaluasi dan memutus kontrak kerja
sama dengan pihak ketiga yang dinilai tidak mampu memenuhi komitmen
revitalisasi pasar tersebut.
Dorongan itu disampaikan Ketua Kamar
Dagang dan Industri (Kadin) Kota Pekanbaru sekaligus anggota Komisi II
DPRD Kota Pekanbaru, Datuk Seri Rizky Bagus Oka. Ia menilai persoalan
revitalisasi Pasar Bawah tidak boleh terus berlarut karena dampaknya
langsung dirasakan para pedagang dan pelaku usaha.
Datuk Seri
Rizky mengatakan, sejak awal dirinya telah meminta Pemko Pekanbaru,
khususnya organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, untuk melakukan
evaluasi terhadap kinerja pihak ketiga yang mengelola proyek
revitalisasi tersebut.
"Sejak awal melihat progres yang tidak
rasional di lapangan, saya sudah mendesak jajaran Pemko, khususnya OPD
terkait yang menjadi mitra kami di Komisi II, untuk tidak ragu
mengevaluasi dan memutus kontrak pihak ketiga," ujar Datuk Seri Rizky,
Selasa (18/8/2026).
Baca juga:Fraksi PDIP Kritik Keras Pemko Pekanbaru: Jangan Hanya Gusur PKL, Revitalisasi Pasar yang Mangkrak Perlu Segera Diselesaikan
Menurutnya,
pemerintah tidak seharusnya membiarkan para pedagang terus berada dalam
ketidakpastian. Selama proyek revitalisasi belum menunjukkan
perkembangan yang signifikan, para pedagang masih harus menjalankan
aktivitas perdagangan di Tempat Penampungan Sementara (TPS).
Kondisi tersebut, kata dia, turut memengaruhi keberlangsungan usaha pedagang serta perputaran ekonomi di kawasan Pasar Bawah.
"Kita
tidak bisa terus-menerus menyandera nasib ribuan pedagang UMKM dan
membiarkan roda ekonomi kreatif Pekanbaru tersendat hanya karena
ketidakmampuan satu pihak. Keputusan Pemko hari ini adalah langkah tegas
yang memang kami minta dan kami dukung penuh keberaniannya," tegasnya.
Baca juga:Rizky Bagus Oka Sayangkan 3 Pasar di Pekanbaru Terbengkalai Saat Pedagang Butuh Tempat Usaha
Pedagang Jangan Terus Menjadi Korban
Datuk
Seri Rizky menilai persoalan Pasar Bawah bukan sekadar persoalan
pembangunan fisik. Di balik proyek revitalisasi tersebut terdapat
kepentingan ekonomi ribuan pedagang yang menggantungkan penghasilan dari
aktivitas perdagangan.
Menurutnya, semakin lama proyek berjalan
tanpa kepastian, semakin besar pula potensi kerugian ekonomi yang harus
ditanggung pedagang.
"Ini bukan sekadar hitung-hitungan proyeksi bisnis, ini urusan denyut dunia usaha dan perut masyarakat," katanya.
Baca juga:Revitalisasi Digesa, Peresmian Bangunan Pasar Bawah Pekanbaru Ditargetkan Akhir Tahun Ini
Ia menegaskan, pemerintah daerah harus hadir ketika kerja sama dengan pihak swasta tidak berjalan sebagaimana yang diharapkan.
"Ketika
pihak swasta terbukti gagal janji, maka negara, dalam hal ini
pemerintah daerah, harus segera mengambil alih kendali," ujarnya.
Karena
itu, ia meminta Pemko Pekanbaru segera mengeksekusi langkah pemutusan
kontrak apabila secara hukum dan administratif seluruh persyaratannya
telah terpenuhi.
"Saya meminta Pemko mengeksekusi pemutusan
kontrak ini secepatnya dengan landasan hukum yang tak terbantahkan, agar
kita bisa segera beralih pada fase pemulihan ekosistem usaha,"
lanjutnya.
Pasar Bawah Punya Nilai Historis
Selain aspek ekonomi, Datuk Seri Rizky juga menyoroti nilai historis Pasar Bawah bagi Kota Pekanbaru dan masyarakat Melayu Riau.
Menurutnya,
Pasar Bawah bukan hanya pusat aktivitas perdagangan, tetapi juga bagian
dari sejarah perkembangan ekonomi masyarakat di tepian Sungai Siak.
Karena itu, kondisi pasar yang tidak kunjung mendapatkan kepastian revitalisasi dinilai tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.
"Sebagai
etalase budaya dan sejarah peradaban ekonomi masyarakat Melayu di
tepian Sungai Siak, membiarkan Pasar Bawah terbengkalai sama halnya
dengan meremehkan marwah kita sendiri," ungkapnya.
Baca juga:Pemko Pekanbaru Diminta Relokasi Pedagang Agar Revitalisasi Pasar Bawah Lancar
Ia
meminta Pemko Pekanbaru menjadikan persoalan ini sebagai momentum untuk
mencari skema penyelesaian yang lebih pasti dan realistis.
Menurutnya,
pemerintah dapat membuka peluang bagi investor baru yang memiliki
kemampuan finansial dan rekam jejak yang kredibel. Alternatif lainnya
adalah melalui intervensi anggaran pemerintah daerah dengan tetap
memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan.
DPRD dan Kadin Siap Kawal Transisi
Datuk
Seri Rizky menegaskan, DPRD Kota Pekanbaru bersama Kadin Kota Pekanbaru
siap mengawal proses transisi apabila kerja sama dengan pihak ketiga
benar-benar diputus.
Ia juga meminta agar hak-hak para pedagang yang telah terlibat dalam proses revitalisasi menjadi perhatian utama pemerintah.
"Ambil
alih sekarang, amankan hak-hak finansial para pedagang yang sudah
masuk, dan mari kita cari skema penyelesaian yang lebih pasti, baik
melalui investor yang benar-benar kredibel maupun intervensi APBD,"
tegasnya.
Menurutnya, keputusan mengenai masa depan Pasar Bawah
harus mengutamakan kepentingan masyarakat dan keberlangsungan ekonomi
lokal.
"Kami di DPRD dan Kadin akan mengawal proses transisi ini detik demi detik," tutup Datuk Seri Rizky.
Dengan
adanya dorongan tersebut, Pemko Pekanbaru diharapkan segera memberikan
kepastian terkait masa depan proyek revitalisasi Pasar Bawah. Kejelasan
status kerja sama, perlindungan terhadap pedagang, serta skema
pembangunan lanjutan menjadi sejumlah hal yang dinilai penting untuk
segera diselesaikan agar aktivitas ekonomi di salah satu kawasan
perdagangan bersejarah Pekanbaru tersebut kembali bergeliat. (*)
Korban Pengeroyokan Berbalik Jadi Tersangka di Polresta Pekanbaru
Tiga Korban Tewas Pesawat Jatuh BSD City Dievakuasi
Korban Tewas Banjir Sumbar Bertambah Jadi 57 Orang, 22 Hilang
Korban Banjir Sumbar Terseret Air 72 Km, dari Padang Panjang sampai Padang
BNPB: Jumlah Korban Hilang Akibat Banjir Bandang Sumbar Bisa Bertambah