Kasus DBD Tembus 534, DPRD Pekanbaru Desak Dinkes Bergerak Cepat
pikiranriau.com - Tingginya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Pekanbaru yang
telah mencapai 534 kasus menjadi perhatian serius DPRD Kota Pekanbaru.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekanbaru diminta memperkuat langkah
pencegahan serta meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat.
Anggota
DPRD Kota Pekanbaru yang juga Sekretaris Komisi III, Abu Bakar,
mengatakan angka tersebut harus menjadi perhatian bersama. Menurutnya,
upaya menekan kasus DBD tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah,
tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat.
"Dengan
tingginya penderita DBD di Kota Pekanbaru hingga mencapai 534 kasus,
maka persoalan ini menjadi perhatian serius oleh Diskes Kota Pekanbaru
untuk menekan bagaimana penderita DBD semakin turun. Maka dari itu perlu
kerja keras Diskes Pekanbaru untuk rutin melakukan sosialisasi dan
informasi, terutama bagaimana memberikan informasi pencegahan terhadap
bahaya DBD kepada masyarakat," ujar Abu Bakar, Selasa (18/8/2026).
Baca juga:DPRD Pekanbaru Dukung Seragam Gratis, Abu Bakar Usulkan Siswa Sekolah Swasta Juga Mendapat Bantuan
Ia
menilai sosialisasi mengenai pencegahan DBD harus dilakukan secara
rutin dan menyentuh langsung masyarakat. Untuk itu, Dinkes Pekanbaru
perlu melibatkan berbagai unsur hingga tingkat lingkungan.
Menurut
Abu Bakar, Puskesmas, kader Posyandu, camat, lurah, hingga perangkat RT
dan RW dapat menjadi ujung tombak dalam menyampaikan edukasi kepada
masyarakat.
"Untuk melaksanakan sosialisasi tersebut perlu
melibatkan pihak-pihak yang bisa memberikan informasi seperti pihak
Puskesmas, kader Posyandu hingga sampai ke RW/RT, terutama bagaimana
menggerakkan 3M Plus," ungkapnya.
Baca juga:Cegah DBD, Timkes Puskesmas Dan Bhabinkamtibmas Polsek Tualang Fogging Pemukiman Warga
Ia
menjelaskan, gerakan 3M Plus perlu kembali digencarkan di tengah
masyarakat. Upaya tersebut meliputi menguras tempat penampungan air
minimal satu kali dalam seminggu, menutup rapat wadah penampungan air,
serta mendaur ulang atau mengubur barang bekas yang berpotensi menjadi
tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.
Selain langkah
tersebut, Abu Bakar juga meminta camat dan lurah mengajak masyarakat
secara rutin melaksanakan gotong royong membersihkan lingkungan.
"Selain
itu, kepada pihak camat dan lurah untuk terus mengajak masyarakat
melakukan gotong royong bersama-sama dengan masyarakat untuk
membersihkan lingkungan. Paling tidak dengan membersihkan lingkungan
bisa mencegah bahaya penyakit DBD," katanya.
Baca juga:3 Minuman ini Mampu Sembuhkan Demam Berdarah
Berdasarkan
data Dinkes Pekanbaru, kasus DBD tersebar di seluruh kecamatan dengan
jumlah yang cukup beragam. Kecamatan Tuah Madani menjadi wilayah dengan
kasus tertinggi, yakni mencapai 86 kasus.
Posisi kedua ditempati
Kecamatan Marpoyan Damai dengan 85 kasus, hanya berselisih satu kasus
dari Tuah Madani. Selanjutnya Kecamatan Bukit Raya mencatat 66 kasus.
Sementara
itu, Kecamatan Binawidya dan Tenayan Raya masing-masing mencatat 44
kasus. Kemudian Payung Sekaki sebanyak 39 kasus, Rumbai 33 kasus, dan
Rumbai Timur 32 kasus.
Baca juga:Tak Harus Demam, Ternyata Ini Gejala DBD yang Harus Diwaspadai..
Kasus
DBD juga tercatat di Kecamatan Limapuluh sebanyak 31 kasus, Kulim 28
kasus, serta Sail dan Rumbai Barat masing-masing 11 kasus.
Selanjutnya,
Kecamatan Senapelan dan Sukajadi masing-masing mencatat 10 kasus.
Sedangkan Kecamatan Pekanbaru Kota menjadi wilayah dengan jumlah kasus
paling rendah, yakni empat kasus.
Dengan masih tingginya angka
kasus tersebut, DPRD Pekanbaru mendorong seluruh pihak meningkatkan
kewaspadaan dan melakukan pencegahan secara berkelanjutan. Kebersihan
lingkungan dan penerapan 3M Plus dinilai menjadi langkah penting untuk
memutus mata rantai perkembangbiakan nyamuk penyebab DBD.
Abu
Bakar berharap sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan dan
masyarakat dapat diperkuat sehingga kasus DBD di Kota Pekanbaru dapat
ditekan dan tidak terus mengalami peningkatan. (*)
RDP Dengan Diskes, Komisi III Minta Penambahan Anggaran UHC Tahun 2027
Mediasi Gagal, Sidang Gugatan 'Bajingan Tolol' Rocky Gerung Berlanjut