Kualitas Udara Pekanbaru Masuk Kategori Tidak Sehat, DPRD Imbau Warga Waspada Kabut Asap
pikiranriau.com - Kualitas udara di Kota Pekanbaru menurun hingga masuk kategori tidak
sehat akibat kabut asap. Kondisi tersebut mendapat perhatian Anggota
DPRD Kota Pekanbaru Hamdani MS SIP yang meminta masyarakat meningkatkan
kewaspadaan, terutama saat melakukan aktivitas di luar rumah.
Hamdani
mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan dan
menggunakan masker sebagai langkah perlindungan untuk mengurangi risiko
gangguan kesehatan akibat paparan asap.
"Kita minta masyarakat
lebih waspada, terutama ketika beraktivitas di luar rumah. Sebaiknya
gunakan masker mengingat saat ini kualitas udara sudah mengalami
penurunan akibat adanya aktivitas Karhutla dan menimbulkan kabut asap,"
kata Hamdani, Selasa (18/8/2026).
Baca juga:Pekanbaru Panas Menyala, DPRD Ingatkan Bahaya Karhutla">Pekanbaru Panas Menyala, DPRD Ingatkan Bahaya Karhutla
Menurut
Hamdani, kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Pekanbaru
diduga berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di
sejumlah daerah di Provinsi Riau.
Meski demikian, ia meminta
instansi terkait memastikan sumber asap secara langsung di lapangan.
Langkah tersebut dinilai penting agar penanganan dapat dilakukan secara
tepat dan tidak hanya berdasarkan dugaan.
"Kita minta instansi terkait untuk melihat dan memantau betul kondisi asap ini. Sumber kebakarannya di mana," ujarnya.
Baca juga:30 Alat Pengubah Udara Jadi Oksigen dari Kemenkes Resmi Tiba di Riau
Hamdani
menegaskan, apabila ditemukan titik kebakaran berada di wilayah Kota
Pekanbaru, pemerintah harus segera melakukan penanganan secara langsung
agar api tidak semakin meluas dan kondisi kabut asap tidak semakin
parah.
"Kalau di Pekanbaru tentunya harus ditindak dan dilakukan
penanganan secara langsung agar kondisi kebakaran tidak semakin parah,"
tegas politisi PKS tersebut.
Selain penanganan titik api, Hamdani
menilai langkah pencegahan harus diperkuat. Kondisi lahan yang kering
dinilai dapat meningkatkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan,
sehingga kawasan yang rawan karhutla perlu mendapat pengawasan lebih
intensif.
"Potensi terjadinya kebakaran lahan sangat mudah terjadi. Untuk itu, harus dilakukan pengawasan ekstra di lapangan," tuturnya.
Baca juga:Pekanbaru Imbau Anak Sekolah Bergejala ISPA Belajar dari Rumah">Kabut Asap, Walikota Pekanbaru Imbau Anak Sekolah Bergejala ISPA Belajar dari Rumah
Hamdani
juga mengajak masyarakat berperan aktif membantu pemerintah dalam
mencegah meluasnya kebakaran. Warga diminta segera melaporkan apabila
menemukan indikasi kebakaran lahan di lingkungan sekitar.
Menurutnya,
laporan masyarakat sangat penting agar petugas dapat segera turun ke
lokasi, melakukan pemadaman dan mencegah api menjalar ke area yang lebih
luas.
"Kepada masyarakat juga kita imbau, ketika melihat adanya
aktivitas kebakaran lahan segera melaporkan kepada pihak terkait agar
kebakaran bisa segera ditangani dan tidak menyebar lebih luas,"
pesannya.
Baca juga:Agar Tetap Sehat di Tengah Kualitas Udara yang Buruk Akibat Karhutla, Begini Tips dari dr Meiza Ningsih
Sejumlah
wilayah di Kota Pekanbaru yang selama ini dikenal memiliki potensi
kerawanan kebakaran lahan antara lain Kecamatan Rumbai, Payung Sekaki
dan Tenayan Raya.
Hamdani berharap sinergi antara pemerintah,
aparat, instansi terkait dan masyarakat dapat terus diperkuat dalam
menghadapi ancaman karhutla. Menurutnya, penanganan cepat terhadap titik
api dan pengawasan kawasan rawan kebakaran menjadi bagian penting untuk
mencegah memburuknya kualitas udara di Kota Pekanbaru.
Ia juga
mengingatkan masyarakat untuk tetap memperhatikan kondisi udara dan
menjaga kesehatan selama kabut asap masih menyelimuti wilayah Pekanbaru.
Dengan
langkah pencegahan, pengawasan serta penanganan yang cepat dan terpadu,
Hamdani berharap potensi karhutla dapat ditekan dan kualitas udara di
Kota Pekanbaru segera kembali membaik.(*)
DPC Gerindra Pekanbaru Bagikan Ribuan Bendera Merah Putih dan Makanan kepada Masyarakat
PC FSP NIBA KSPSI Menetapkan Yanmar Ateng Sebagai Ketua Secara Aklamasi
Aspirasi Warga Selama 19 Tahun, Jalan Pesisir Rumbai Diperbaiki
Sekda Bisa Bangun Komunikasi Yang Bagus, TAF: Eksekutif dan Legislatif Satu Visi!
RT / RW Sudah Dilantik, Dewan Harap Berikan Pelayanan Maksimal Pada Masyarakat