DPRD Kritik Pemko Pekanbaru Pangkas Anggaran Sarpras Pendidikan Rp27 Miliar, Zulfan: Ini Bukan Solusi Efisiensi
pikiranriau.com - Anggota DPRD Kota Pekanbaru dari Komisi IV, H Zulfan Hafiz ST,
melontarkan kritik keras terhadap Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru
terkait berkurangnya anggaran sarana dan prasarana (sarpras) pendidikan
dalam APBD Tahun 2026. Menurutnya, pemangkasan anggaran tersebut
menunjukkan rendahnya komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas
fasilitas pendidikan di Kota Pekanbaru.
Kritik tersebut
disampaikan Zulfan usai Komisi IV DPRD Pekanbaru menggelar rapat bersama
Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru untuk membahas kondisi
fasilitas sarana dan prasarana sekolah serta kesiapan pelaksanaan Sistem
Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026.
"Kemarin Komisi
IV sudah memanggil Dinas Pendidikan. Tentu ini juga menyangkut SPMB,
bagaimana persiapan pemerintah kota dalam penerimaan siswa baru.
Ternyata kita lihat pemerintah kota untuk sarana prasarana di Dinas
Pendidikan tidak serius," kata Zulfan, Selasa (28/7/2026).
Ia
mengungkapkan, alokasi anggaran sarana dan prasarana pendidikan pada
APBD 2025 mencapai sekitar Rp52 miliar. Namun, pada APBD 2026 anggaran
tersebut justru turun menjadi sekitar Rp25 miliar atau berkurang sekitar
Rp27 miliar.
"Kenapa kita bilang tidak serius? Karena anggaran
tahun 2025 untuk sarana prasarana di Dinas Pendidikan Rp52 miliar,
ternyata tahun 2026 cuma di angka Rp25 miliar. Artinya minus Rp27
miliar," ujarnya.
Politisi Partai NasDem itu menilai pengurangan
anggaran tersebut menjadi perhatian serius DPRD karena masih banyak
sekolah di Pekanbaru yang membutuhkan pembangunan maupun perbaikan
fasilitas dasar.
"Artinya pemerintah dianggap belum serius untuk
membenahi sekolah-sekolah yang ada di Kota Pekanbaru. Tentu ini menjadi
catatan keras buat pemerintah kota," tegasnya.
Menurut
Zulfan, sektor pendidikan seharusnya menjadi prioritas utama dalam
penyusunan anggaran daerah. Ia menilai masih banyak sekolah yang
mengalami kekurangan ruang kelas baru (RKB), fasilitas toilet, hingga
kursi belajar yang layak.
"Bahkan sampai sekolah itu kursinya tidak ada dan segala macam, itu tidak patut ada di Kota Pekanbaru," katanya.
Ia
juga mengingatkan agar kebijakan efisiensi anggaran tidak dilakukan
terhadap sektor pendidikan. Menurutnya, penghematan seharusnya
difokuskan pada program-program yang bersifat seremonial maupun
pencitraan, bukan terhadap kebutuhan dasar masyarakat.
"Kalau
kita berbicara efisiensi hari ini, ya efisiensi lah pada hal-hal
pencitraan dan lain-lain itu dikurangi. Fokuslah pada hal-hal yang
dibutuhkan seperti sarana prasarana yang ada di fasilitas pendidikan,"
ujarnya.
Karena itu, Zulfan meminta Pemerintah Kota Pekanbaru kembali
mengevaluasi alokasi anggaran pendidikan, khususnya untuk pembangunan
dan perbaikan sarana prasarana sekolah.
"Jangan dikurangi,
harusnya ditambah. Kualitas sekolah kita seperti apa hari ini? Data yang
dipaparkan Dinas Pendidikan kemarin mulai dari kekurangan RKB, toilet
dan segala macamnya, ini banyak kekurangan yang harus diperbaiki dan
direnovasi. Ternyata anggarannya dikurangi sampai Rp27 miliar. Ini
menjadi catatan penting bagi kita," tutupnya.***
Zulfan Hafis: Walikota Harus Utamakan Penanganan Banjir Daripada Beli Ponsel RT dan RW
Masalah Banjir di Pekanbaru Tengku Azwendi Minta Berbasis Jangka Panjang
Nasdem Gerak Cepat, Ketua Fraksi Tinjau Korban Kebakaran Jalan Jenderal
DPRD Minta Penetapan Desil di Pekanbaru di Perbaiki, Nofrizal : Jangan Semua Kacau Balau Begini !
Cegah Miskomunikas, Pihak BPJS Diminta Standby di Rumah Sakit