Rencana Pembangunan Sekolah Terintegrasi di Kulim, Sabarudi: Investasi Jangka Panjang Untuk Generasi
pikiranriau.com - Rencana Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menghadirkan program Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) mendapat tanggapan positif dari kalangan legislatif.
Anggota DPRD Pekanbaru, Muhammad Sabarudi, menilai program tersebut berpotensi besar meningkatkan kualitas pendidikan di daerah.
Menurut Sabarudi, konsep pendidikan terintegrasi yang menggabungkan jenjang sekolah dasar hingga menengah atas dalam satu kawasan merupakan langkah strategis untuk menciptakan sistem pendidikan yang lebih efektif dan berdaya saing.
"Program ini sangat baik dan patut kita dukung bersama. Dengan konsep terintegrasi, tentu akan memudahkan pengawasan serta meningkatkan kualitas pendidikan secara menyeluruh," ujarnya, Selasa 5 Mei 2026.
Seperti diketahui, Pemko Pekanbaru tengah menindaklanjuti arahan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terkait program prioritas nasional tersebut.
Pemerintah daerah diminta mengusulkan lahan sekitar 20 hektare untuk pembangunan kawasan pendidikan terpadu.
Pemko Pekanbaru telah mengajukan lahan di kawasan Jalan Palembang, Kecamatan Kulim sebagai lokasi pembangunan SNT. Lahan tersebut sebelumnya direncanakan untuk terminal kargo.
Sabarudi yang merupakan anggota DPRD Pekanbaru dari daerah pemilihan (Dapil) Tenayan Raya dan Kulim menilai pemanfaatan lahan tersebut untuk sektor pendidikan merupakan langkah yang tepat dan lebih berdampak jangka panjang bagi masyarakat.
"Kalau dimanfaatkan untuk pendidikan, tentu manfaatnya jauh lebih besar. Ini investasi jangka panjang untuk generasi muda kita," katanya.
Politisi senior PKS ini juga menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur serta tenaga pendidik yang berkualitas agar program tersebut dapat berjalan optimal sesuai harapan.
"Selain pembangunan fisik, kualitas guru juga harus menjadi perhatian utama. Jangan sampai fasilitas sudah bagus, tapi sumber daya manusianya belum siap," tambahnya.
Lebih lanjut, Sabarudi berharap program ini benar-benar dapat direalisasikan dan tidak berhenti pada tahap perencanaan saja. Ia juga mendorong agar seluruh pihak terkait dapat bersinergi dalam mendukung implementasi program tersebut.
"Harapan kita tentu program ini bisa segera terwujud dan memberikan akses pendidikan yang lebih baik bagi masyarakat Pekanbaru," tutupnya.
Sebelumnya pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru tengah menindaklanjuti arahan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terkait program prioritas nasional, yakni Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT).
Program tersebut merupakan salah satu inisiatif pemerintah pusat yang mendorong daerah mengusulkan lahan seluas kurang lebih 20 hektare untuk pembangunan kawasan pendidikan terpadu.
"Kami menindaklanjuti arahan Kemendikdasmen terkait program prioritas Presiden Prabowo, yaitu Sekolah Nasional Terintegrasi. Daerah yang memiliki lahan sekitar dua puluh hektare dapat mengusulkan pembangunan tersebut," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Pekanbaru Syafrian Tommy di Mal Pelayanan Publik (MPP), Senin 4 Mei 2026.
DLHK Pekanbaru Diminta Prioritaskan Angkat Sampah Dekat Sekolah
Sabarudi Naik Haji, Ginda Burnama Gantikan Sementara Ketua DPRD Pekanbaru